Pengalaman berlibur ke pulau tidung

Kali ini saya akan ceritain pengalaman liburan ke pulau tidung. Liburan selama 2H1N menurut saya sudah lebih dari cukup. Mengingat saya dan keluarga tidak melakukan snorkling dan lebih menikmati suasana di pulau tidung.

Trip kali ini sebenernya agak dadakan. Saya diberitahu oleh istri untuk trip bareng ipar dan pacarnya pada hari senin, tanggal 22 Juni 2015 untuk liburan pada tanggal 27-28 Juni 2015. Setelah browsing kiri dan kanan, akhirnya pilihan kami jatuh pada salah satu jasa tur tidung yang ditawarkan di internet seharga 250 ribu seorang. Paket itu sudah termasuk kapal pulang pegi dari angke – tidung – angke, lalu makan 3x (3 jenis sayur kurang lebih dan udah ada buah juga), dan juga penginapan nya sudah ac dengan 3 buah kasur.

Akhirnya berangkatlah kami dari daerah petamburan pk 05.00 naik taksi ke muara angke dan tiba pk 05 45. Total biaya taksi dengan tips supir 85.000 ke pelabuhan muara angke. Kami di drop di SPBU, dimana sudah banyak juga wisatawan lainnya. Kami kembali menelepon tur guide kami, dan tidak lama dia datang dan langsung mengarahkan kami ke salah satu perahu. Dan disini saya agak kebingungan jika tidak ada tur guide, karena tidak ada tempat untuk pembelian tiket kapal.

Pk 07.00 akhirnya kapal kami berangkat. Cuaca dalam perjalanan pegi sangat bersahabat. Tidak terlalu berasa ombaknya. Sepanjang perjalanan saya mendengarkan lagu sedangkan istri sedikit mual, karena tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh.Hehehehe.

Ini adalah pemandangan yang bisa ditemukan pada saat sampai di tidung. Kesan pertama, airnya sangat-sangat jernih. Begitu sampai di pelabuhan utama tidung, kembali kami menelepon tur guide untuk menjemput kami. Tidak lama, beliau datang dan menjemput kami. Begitu keluar pelabuhan kami ditawarkan untuk mengambil sepeda. Tentu saja kami berempat langsung ambil. Biaya sewa sepeda seharian sampai besok 15.000 rupiah.

Tidak sampai 5 menit dari pelabuhan kami sudah sampai di homestay yang ditawarkan. Homestay kami bisa dibilang disamping pantai, walaupun pantai tersebut hanya digunakan penduduk sekitar hanya untuk menangkap ikan. Kami langsung disediakan makan siang yang terdiri dari nasi, capcay, ikan asin, tahu goreng dan pisang. Setelah makan kami langsung bersiap-siap untuk mengelilingi pulau tersebut. Kurang lebih pukul 10.30 kami sudah jalan ke arah jembatan cinta.

Jembatan cinta jika dari pelabuhan ada di sebelah kanan. Yah, memang panas terik, tetapi tidak menutup keinginan kami untuk segera menikmati keindahan pulau tidung. Kami segera menitipkan sepeda ke tempat khusus parkiran. Lalu kami menyusuri jembatan cinta sampai dengan ke pulau tidung kecil. Kami pun mengitari pulau tidung kecil dan kembali menyusuri jembatan cinta untuk selanjutnya menikmati watersport yang ditawarkan.

Sebelum lanjut dengan watersport kami menikmati kelapa dulu karena kami sangat kelelahan akibat perjalanan mengitari pulau tidung kecil. Setelahnya kami langsung ke tenda watersport.

Watersport yang ditawarkan ada banana boat, sofa boat dan donut. Harga yag ditawarkan adalah 35.000 seorang. Tetapi kami tanyakan apakah ada pilihan paket, dan mba yang jaga bilang ada harga paket. Untuk minimum mengambil 2 permainan sekaligus. Harga yang ditawarkan adalah 25.000 seorang. Langsung saja kami ambil paket banana boat dan sofa boat dengan total 200.000 untuk berempat.

Pk 14.00 kami selesai main banana dan sofa, lalu kami kembali ke tempat parkir sepeda dan memberikan uang 2000 kepada petugas untuk 1 sepeda (kami membayar untuk 4 sepeda). Kami menyusuri jalan sebaliknya (yaitu sebelah kiri pelabuhan utama) untuk menikmati sunset di pulau tidung. Perjalanan ke arena sunset lebih jauh dibanding ke jembatan cinta. Selain itu jalanan nya masih tanah dan di kiri kanan masih banyak tanaman liar (seperti hutan).

Pk 14.30 kami tiba di saung 2 hati namanya. Di sini ada 2 saung, mungkin bisa disebut tempat yang dikhususkan untuk berenang. Kami memilih saung 2 hati karena pasir di pantainya tidak banyak karang sehingga kaki kami tidak sakit pada waktu berenang. Airnya jernih, hangat, tidak ada ombak. Cocok untuk berendam ataupun bermain lempar bola.

Kurang lebih pk 16.30 kami beranjak ke sunset area. Letaknya dari saung 2 hati lurus terus. Tidak perlu takut salah jalan, karena disini titik temunya akan selalu sama, yaitu sunset area. Disini sambil menunggu matahari terbenam kami melakukan foto bersama maupun foto alamnya. Mendekati waktu sunset pengunjung disini makin banyak. Oleh sebab itu saran saya tetap datang lebih awal biar dapat spot foto yang bagus.

Pagi hari nya, kami kembali mengunjungi jembatan cinta untuk melihat matahari terbit. Alangkah sayangnya, pada saat kami kesana matahari malu-malu menampakan wajahnya. Karena malamnya hujan deras, sehingga matahari tertutup awan. Pk 08.00 kami kembali ke homestay dan kembali disediakan makan pagi nasi uduk.

Tidak lama setelah itu, kami dikabari oleh tur guide kapal untuk kembali ke muara angke berangkat pk 10.00 (awalnya pk 11.00). Jam keberangkatan kapal suka berubah, sering-seringlah menanyakan jam keberangkatan kapal. Akhirnya kami tiba kembali di muara angke pk 12.30.  Turun kapal ada beberapa pilihan transport, seperti taksi ataupun andong modern. Tetapi kami sendiri memilih untuk jalan dahulu keluar pelabuhan untuk mencari taksi yang terpercaya. Hehehe…

Liburan ke pulau Tidung sangat memuaskan menurut kami. Harga yang dikeluarkan sesuai dengan pengalaman dan keindahan yang kami dapatkan.

sumber : https://blackpaper1912.wordpress.com/2015/06/30/pengalaman-liburan-ke-pulau-tidung/